Twenty Somethings, Go Make Yourself Useful.

Relaxing Feet (by slworking2)

Kalau usia lo kepala dua dan berada dalam salah satu kategori ini:
(1) Sedang kuliah, jobless, lo pikir memang waktunya lo menikmati hidup
(2) Sudah lulus kuliah, jobless, dan masih menikmati hidup
(3) Kuliah gak lulus lulus, jobless, dan taunya cuma menikmati hidup
(4) Sudah kerja, tapi masih aja menikmati hidup doang
(5) …. alias ga jelas hidupnya

Gue pengen mengajak lo untuk bermain matematika simple sebentar. Lo suka main kan? Yuk, kita hitung-hitung kira-kira semenjak kita lahir sampe usia kita sekarang udah berapa banyak duit yang diinvestasikan orang tua ke dalam hidup kita. Gue juga baru kali ini ngitung. Penasaran cuy.

BERHITUNG GOBLOK
Supaya simple dan gampang hitungnya, katakan saja sudah 20 tahun kita hidup di dunia, maka hitungan gobloknya kurang lebih seperti ini, dengan level mediocre, alias hidup pas-pasan.

Biaya operasi kelahiran : Rp. 8.500.000,-
Anggap aja lahir normal, RS Bunda, kelas 3. Info sesuai link ini)

Biaya susu formula (2-5 Tahun): Rp. 22.400,- x 2 x 52 x 3 = Rp 6.988.800,-
Anggap susu Dancow paling murah. Satu minggu biasanya perlu dua kotak 400 gram. Konsumsi 52 minggu dikali 3 tahun. Info harga sesuai link ini.

Biaya pangan (5-12 Tahun) : Rp. 5.000 x 3 x 365 x 7 = Rp. 38.325.000,-
Anggap makan simple seharga goceng sekali makan. Makan 3 kali sehari, konsumsi 365 hari dikali 7 tahun.

Biaya pangan (12-17 Tahun) : Rp. 10.000 x 3 x 365 x 5 = Rp. 54.750.000,-
Anggap makan simple seharga ceban sekali makan. Dua kali lipat karena udah usia remaja. Rakus biasanya. Konsumsi 3 kali sehari, 365 hari dikali 5 tahun.

Biaya pangan (17-20 Tahun) : Rp. 12.000 x 3 x 365 x 3 = Rp. 39.420.000,-
Anggap makan simple tapi naik kelas sedikit karena mulai kuliah. Masih rakus. Konsumsi 3 kali sehari, 365 hari dikali 3 tahun.

Biaya sandang (0-5 Tahun) : Rp. 50.000 x 3 x 12 x 5 = Rp. 9.000.000,-
Anggap bajunya grosiran ala Pasar Pagi, goban harga reasonable dikali 3 macem baju (baju rumah, baju jalan-jalan, baju tidur / sekolah), tiap bulan nambah satu set selama 5 tahun.

Biaya sandang (5-12 Tahun) : Rp. 80.000 x 3 x 12 x 7 = Rp. 20.160.000,-
Anggap bajunya naik tingkat dikit ala Ramayana, dikali 3 macem baju, tiap bulan nambah satu set selama 7 tahun.

Biaya sandang rumah (13-20 Tahun) : Rp. 80.000 x 1 x 12 x 7 = Rp. 6.720.000,-
Udah remaja, mulai bisa gaya. Jadi ini baju santai buat leyeh-leyeh ala Matahari Dept Store, dikali 1 macem baju, nambah sekali sebulan cukup selama 7 tahun. Harusnya lebih mahal nih, tapi ya udah lah, buat engko owe jual harga modal aja.

Biaya sandang eksis (13-20 Tahun) : Rp. 400.000 x 1 x 12 x 7 = Rp. 33.600.000,-
Ini juga kemurahan. Baju, celana, belon sepatu, belon beli parfum, belon potong rambut, tapi ya udah lah. Reasonable 400.000 biaya penampilan kece kali 12 bulan kali 7 tahun.

Biaya hura-hura (13-20 Tahun) : Rp. 75.000 x 4 x 12 x 7 = Rp. 25.200.000,-
Kalau orang kerja bilang ini biaya entertain. Seminggu sekali ke mall, makan dan nonton, dikali 4 minggu sebulan, kali 12 bulan kali 7 tahun.

Sekolah (TK) : Rp. 19.381 x 12 x 3 = Rp. 697.716,-
Menggunakan rumus FV = B (1+Kenaikan)n. Uang sekolah TK sekarang +/- 430.000,- per bulan. Menghitung mundur harga 17 tahun yang lalu (asumsi kenaikan 20% / tahun) menjadi +/- Rp. 19.381. dikali 12 bulan dikali 3 tahun. Info uang sekolah di link ini.

Sekolah (SD) : Rp. 37.386 x 12 x 6 = Rp. 2.691.792,-
Menggunakan rumus FV = B (1+Kenaikan)n. Uang sekolah SD sekarang +/- 480.000,- per bulan. Menghitung mundur harga 14 tahun yang lalu (asumsi kenaikan 20% / tahun) menjadi +/- Rp. 37.386. dikali 12 bulan dikali 6 tahun. Info uang sekolah di link ini.

Sekolah (SMA) : Rp. 165.714 x 12 x 3 = Rp. 5.965.704,-
Menggunakan rumus FV = B (1+Kenaikan)n. Uang sekolah SMP sekarang +/- 580.000,- per bulan. Menghitung mundur harga 7 tahun yang lalu (asumsi kenaikan 20% / tahun) menjadi +/- Rp. 165.714. dikali 12 bulan dikali 3 tahun. Info uang sekolah di link ini.

Sekolah (Kuliah) : Rp. 13.500.000 + Rp. 3.500.000 x 2 x 4 = Rp. 41.500.000,-
Info uang kuliah di link ini.

Nah, terkumpul total menurut hitungan goblok, uang yg sudah dibenamkan ke dalam elo selama 20 tahun bernafas adalah *drumroll* ….

Rp. 293.519.012,- sajaaaa. (ala iklan properti)

GOKIL!
Dan ini masih mengabaikan banyak biaya-biaya lainnya seperti biaya perlengkapan bayi, popok, biaya ke dokter kalau sakit, beli sepeda, motor, mobil untuk lo transport, biaya sabun mandi, odol, sampo selama 20 taon, jalan-jalan keluarga, biaya kursus ini itu, biaya SKS yang gagal, biaya pacaran, biaya maen warnet, nonton konser, ajojing, mabok, dan akhirnya nabrak mobil orang dan seabrek biaya lainnya, yang kalau dimasukkan dalam perhitungan mungkin nilainya bisa nyaris sama besarnya.

Jadi…
Rp. 293.519.012,- = Biaya elo menikmati hidup selama 20 tahun kagak ngapa-ngapain.
Rp. 293.519.012,- = Biaya yang dikorbankan bokap nyokap yang sebenernya kalau engga ada elo bisa buat hura-hura.
Rp. 293.519.012,- = Biaya yang terus bertambah selama elo belon bisa kontribusi apa-apa ke keluarga. Tunggu, jangan bilang kontribusi ke keluarga dulu deh, bayar biaya makan malam sama pacar weekend kemarin udah bisa belon?
Rp. 293.519.012,- = Biaya yang bisa diinvestasikan ke Reksadana / Saham / dan lainnya yg dalam 20 tahun returnnya bisa beberapa kali lipat.

But your parents decided to INVEST in you. Ini baru satu anak sob, kalau punya 2 anak berarti 600 juta. Dan ini baru hitung-hitungan murah. Alias ngitung lifestyle yang mediocre. I hope you see how much they cared for you by now.

Sudah berdarah-darah? Tanggung. Biar sakitnya sekalian.

BERAPA LAMA LAGI ORANG TUA HIDUP?
Gila! Mungkin itu yang terpikir di kepala lo. Eits, gue bukan nyumpahin, tapi ada baiknya kita future-minded. Menurut research CIA usia rata-rata orang Indonesia itu 71 tahun. If you’re 20 now, dan katakan orang tua menikah di usia 25-30. Berarti, usia orang tua sekarang berkisar late forties atau early fifties.

Sob, lo boleh kurangin sendiri sama 71. Artinya 2/3 hidup mereka sudah didedikasikan sebagian besar untuk lo. Maklum gak kalau kita berbuat sesuatu supaya sisa 1/3 usia mereka (semoga lebih panjang) bisa mereka nikmati dengan tenang?

BERHITUNG GOBLOK (PART II)
Seandainya kita mau coba pay-back atas semua yang sudah diinvestasikan, berapa lama sih?

Kalau ambil gaji fresh graduate Jakarta +/- Rp. 2.500.000,- berarti perlu 117 bulan atau hampir 10 tahun untuk mengembalikan investasi orang tua kita, dengan asumsi duitnya 100% buat payback. Lah lalu ga makan? Ga hidup?

Get what I mean? Untungnya parents memang gak peduli soal payback. The only thing they want is to see us be the person that we are supposed to be. Atau kalo bahasa betawi-nya : “Enyak babe cuma pengen lihat elo jadi ORANG.”

WHAT NEXT?
Cukup deh, udah bleeding gila-gilaan kayanya. Sebelom lo tewas, kita wrap up. Kalau elo keasikan menikmati hidup dan enggak sempet mikir sejauh ini, hey, nasi mungkin sudah menjadi bubur, lo ga bisa balikin tuh bubur jadi nasi. Yang elo bisa mulai adalah: beliin nasi baru buat diri elo sendiri dan orang tua elo dengan usaha elo sendiri. Atau lebih keren lagi lo beliin rice cookernya, atau lebih keren lagi the whole kitchen, atau lebih keren lagi the whole house. Bukan bicara materi saja yah. Ini cuma analogi.

Wake up! Ambil tanggung jawab atas diri lo sendiri. Pada akhirnya itu buat keuntungan lo sendiri. Gak akan mudah, but it will be worth it. Easy is not part of growing up. Buat gue, salah satu tanggung jawab yang paling krusial adalah tanggung jawab finansial atas diri lo sendiri. Gue sempet nulis di salah satu post gue, you can check it out here. Udah, mulai dari itu aja, gue yakin one good thing will lead to another.

Asik kan kalau kita bisa berdaya sedari muda. 😉 Nih contoh keren yg berdaya sejak umur 15 tahun: Alanda Kariza. Kalau mau bertanya silahkan di comment board di bawah.  😉

*sodorin betadine untuk luka-lukanya*

Cheers,
Rubs

Advertisements

8 thoughts on “Twenty Somethings, Go Make Yourself Useful.

  1. bagus sih, cuma mungkin ada pertimbangan lain.
    kalo berpikir sistemnya payback, emang bakalan selalu berat. tapi gimana kalo sistemnya kita membayar hal itu semua buat keperluan keturunan kita lagi. jadi alur uangnya dari atas ke bawah atau orangtua > kita > anak kita.
    soalnya kalo dipikir-pikir, emang bisa kita payback ke orang tua? terus, biaya ngasuh kita emang gak dihitung.
    itu opini gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s